Selasa, 23 November 2010

BURUNG BEO

Dahulu kala di negeri Mesir tinggallah seorang laki-laki tua.Namanya Haji nasrun.Dia tinggal seorang diri. Istrinya sudah lama meninggal. Dia juga tidak mempunyai anak. Hanya seorang burung beo yang menemani kehidupan sehari-harinya.
Pak Haji Nasrun mempunyai burung beo yang sangat pintar menirukan suara orang. Setiap orang yang melewati depan rumah Pak Haji Nasrun pasti akan mendengar sapaan dari burung beo yang sangat bagus dan merdu. Selain pandai menirukan suara orang,burung beo juga setia pada tuannya,yaitu Pak haji Nasrun. Setiap sore dia selalu menunggu tuannya (Pak haji Nasrun)pulang dari toko. Jika tuannnya sudah datang,burubg beo itu akan berkata, “Paman,bawalah saya pulang.” Lalu ia hinggap di pundaknya dan masuk ke rumah bersamanya.
Suatu hari burung beo itu terbang keluar,dan tidak kembali lagi. Pak Haji Nasrun bingung. Dia sedih karena Pak Haji Nasrun sudah mencarinya ke mana-mana,tetapi Pak Haji Nasrun tetap juga tidak menemukan burung beo itu.
Suatu sore Pak Haji Nasrun mendengar bahwa ada seorang tukan sol sepatu mempunyai burung beo yang sangat bagus. Mereka tidak tahu apakah burung itu milik Pak Haji Nasrun atau bukan. Timbullah niat dari hati Pak Haji Nasrun untuk menyelidikinya.
Ia pun pergi ke tukan sol sepatu itu,yang katanya mempunyai burung beo yang sangat bagus,Pak haji Nasrun bergegas pergi kerumah tukang sol sepatu itu.Sesampainya di rumah tukang sol sepatu itu,Pak Haji Nasrun menanyakan dan ingin melihat burung beo itu. Akan tetapi,tukang sol sepatu itu tidak mengizinkan seorang pun untuk melihat burung beo itu,Haji Nasrun semakin curiga dengan sikap tukang sol sepatu itu.Terjadilah perdebatan sengit antara Pak Haji Nasrun dengan tukan sol sepatu. Haji Nasrun dan tukang sol sepatu bertengkar mulut sampai burung beo yang di simpan di belakang oleh tukang sol sepatu tersebut mendengar suara tuannya.
Burung beo itu pun berteriak, “Tuan bawalah saya pulang.” Setelah mendengar suara itu,Haji Nasrun merasa sangat yakin kalau burung itu adalah burung kesayangannya.Haji Nasrun langsung masuk menerobos,tak menghiraukan kata tukang sol itu. Haji Nasrun mencari burung beo yang di sembunyikan oleh tukang sol itu. Haji Nasrun mendapatkan burung beo yang di sembunyikan tukang sol di ruangan yang sangat amat gelap. Pak Nasrun mengambil sangkar burung beo itu,lalu membuka pintunya. Tanpa disuruh burung beo itu langsung hinggap di tangan Haji Nasrun.Tukang sol itu tak dapat mengelak lagi. Pak Nasrun pun langsung begegas pulang ke rumahnya bersama burung beo kesayangannya dan tukang sol itu hanya bisa diam dan melihat.
Akhirnya Haji Nasrun bergegas pulang ke rumah bersama burung beo kesayangannya. Saat Haji Nasrun di jalan ada beberapa orang yang menghalangi jalannya,akan tetapi Pak Haji Nasrun tidak tahu siapa mereka itu,dan memberhentikan jalan Pak Haji Nasrun.Akhirnya Pak Haji Nasrun bertanya kepada beberapa orang itu: “kalian ini siapa ya?dan ada perlu apa dengan saya?”kok tiba-tiba memberhentikan jalan saya? Salah satu dari beberapa orang itu pun menjawab: “Sudah diam,Jangan banyak berbicara!serahkan burung beo itu kepada kami!”Haji Nasrun pun menjawab “Enak saja kalian bicara.Tidak bisa!ini burung kesayangan saya.beberapa orang itu berkata “berikan burung itu kepada kami atau anda akan MATI?” Haji Nasrun menjawab lagi “lebih baik saya mati daripada saya harus memberikan burung beo itu kepada kalian.Tak sudi! Orang itu menjawab lagi “berarti anda ingin mati.Mat tahan bapak itu,perintah Fikri atau ketua dari gerombolan. Mamat karyawan Fikri langsung memegang tangan Haji Nasrun. Lepaskan tangan saya,kata Haji Nasrun,sambil berusaha melepaskan tangannya yang di pegang oleh Mamat. Sayid ambil burung itu,perintah Fikri. Saat Sayid ingin mengambil burung yang berada di pundak pak Haji Nasrun,tibatiba sluuuuuuur,burung beo itu terbang entah kemana. Sambil berkata “tenang saja tuan saya akan baik-baik,dan akan kembali lagi kepada tuan.”
Haji Nasrun cukup bingung dan panik.Haji Nasrun takut kehilangan burung beo kesyangannya lagi. Pada saat itu Fikri mengomeli Sayid yang gagal menangkap burung beo.Bagaimana sih kamu nangkap burung beo seperti itu aja tidak bisa,dasar Bodoh.kata Fikri.maaf tuan,maaf jawab Sayid. Akhirnya terjadilah kericuhan antara Fikri,Mamat,Fikri dan Syahlan. Cukup lama mereka bertengkar di jalanan. Haji Nasrun dengan perlahan-lahan melanjutkan perjalanannya. Akan tetapi haji Nasrun cukup bingung dengan keberadaan burung beo kesayangannya. Tak lama kemudian burung beo kesayangannya itu hinggap di bahu Haji Nasrun. Haji Nasrun merasa bahagia dan melanjutkan perjalanan pulangnya dengan wajah penuh senang dan bahagia.Walaupun sempat ada yang membuatnya sedih. Sesampainya di rumah Haji Nasrun langsung menyimpan burung beo di sarangnya dengan baik. Karena hari sudah sore dan ingin Maghrib Haji Nasrun langsung membawa masuk sarangnya. Tak lama kemudian adzan maghrib berkumandang,Haji Nasrun langsung mengambil air wudhu dan segera sholat dan berdoa mengucapkan rasa syukur kepada Allah S.W.T
Keesokan harinya Haji Nasrun bergegas mengeluarkan burung beo itu,dan Haji nasrun ingin membelikan sarang yang baru untuk burung beo itu,karena sarang yang lama sudah usang. Akhirnya Haji Nasrun berkata kepada burung beo itu “burung kamu jangan kemana-mana ya,saya ingin membelikan sarang baru untukmu”burung beo itu pun menjawab “baik tuan”. Burung beo itu sangat turut dengan apa yang di bilang oleh tuannya. Akhirnya Haji Nasrun bergegas ke pasar burung untuk membelikan sarang burung beo yang baru. Saat Haji Nasrun jalan ke pasar,tak lama kemudian ada yang ingin mengambil burung beo itu,akan tetapi ia tak berhasil,karena burung itu langsung keluar dari sarang,yang awalnya ingin diambil oleh pencuri,akan tetapi burung itu langsung terbang dan hendak mencari Haji Nasrun,saat melihat Haji Nasrun burung beo itu langsung hinggap di bahunya,dan langsung berkata “aku ingin di curi tuan.”Haji Nasrun langsung menanyakan siapa yang akan menculikmu?” “saya tidak tahu tuan,saya ingin ikut dengan tuan saja.”jawab beo itu “baiklah”jawab Haji Nasrun. Sesampainya di pasar Haji Nasrun mencari mana yang bagus. Setelah ketemu Haji Nasrun pun menawar harganya,karena harganya yang terlalu mahal,akhirnya dikurangi oleh penjualnya. Akhirnya Haji Nasrun membeli sarang itu. Setelah membeli sarang Haji nasrun membeli makanan kesukaan burung beo itu. Tak pakai menawar makanan itu langsung saja di belinya. Setelah membeli sarang dan makanan haji Nasrun langsung bergegas pulang kerumah. Tak ada hambatan apapun saat Haji Nasrun pulang kerumah bersama burung beonya itu.Akhirnya Haji Nasrun dan burung beo itu hidup bahagia☺ dan tidak ada yang mengganggunya lagi ☺ ☺☺

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar