Kamis, 05 Mei 2011

Mariah Carey Umumkan Nama Bayi Kembarnya

Penyanyi bersuara emas Mariah Carey telah mengumumkan nama untuk kedua bayi kembarnya. Dailymail mewartakan, Kamis (5/5), pelantun lagu Hero ini menamakan putrinya Monroe Canon, katanya terinspirasi dari ikon Hollywood Marilyn Monroe. Sementara, putranya diberi nama, Morrocan Scott Canon.

"Nama Morrocan memberikan banyak kenangan buat saya. Sedangkan Scott adalah nama tengah Nick, (suami Mariah)," ungkapnya.

Carey juga menjelaskan anak perempuannya tidak diberi nama tengah karena dirinya pun tidak memiliki nama tengah. Mariah Carey melahirkan bayi kembarnya di Los Angeles, AS, beberapa hari lalu.

Berkas Kasus Penyuapan Gayus Telah Lengkap

Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara kasus penyuapan dan pencucian uang dengan tersangka Gayus HP Tambunan dinyatakan lengkap atau P21. Demikian dikatakan Kepala Pusat Penerangan hukum (Kapuspenkum), Noor Rachmad, Kejagung, Jumat (6/5).

Menurut Noor Rachmad, berkas dinyatakan lengkap setelah hasil penyidikan selesai pada 5 Mei 2011. Berkas itu terkait kasus penyuapan dan pencucian uang senilai Rp 28 miliar dan Rp 74 miliar. Dua kasus berbeda tersebut Jaksa memutuskan untuk digabungkan ke dalam satu surat dakwaan.
"ini jadi satu berkas. Satu paket," ujarnya.

Selanjutnya kejaksaan melimpahkan tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Namun waktunya belum dapat dipastikan. "yang jelas Gayus rencananya disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Jakarta" terangnya.

Uang milik Gayus senilai Rp 74 miliar itu diduga ahsil pencucian uang yang ditemukan penyidik mabes polri di rumah Gayus di Kelapa Gading, Jakarta Utara yang di simpan pada di safe deposit box. Sedangkan uang Rp 28 miliar merupakan kasus dugaan penyuapan, saat mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menangani kasus pajak di tiga perusahaan milik Aburizal Bakrie yakni Kaltim Prima Coal, Bumi Resources, dan Arutmin (Bakrei Grup).

Status Selebriti

STATUS Selebriti adalah sebuah tayangan infotainment terbaru SCTV yang dikemas berbeda namun tanpa menghilangkan realita. Status Selebriti menyajikan program berita dan investigasi tentang selebriti-selebriti yang sedang populer. Liburan selebriti, hobi selebriti, gaya hidup selebriti, serta aktivitas keseharian dengan cerita sehari-hari, memberikan info tentang profil selebriti.

Tidak hanya itu, Status Selebriti juga mengangkat berita kasus skandal, perceraian, asmara, tragedi atau musibah, dan kematian yang meliputi informasi aktual yang sedang terjadi di dunia selebriti. Status Selebriti memuat berita berdasarkan investigasi meliputi penelusuran di balik kasus dan peristiwa dalam dunia selebriti. Status Selebriti memadukan konsep kecepatan dunia online dan reportase dari lapangan.

Status Selebriti mencoba mengubah sajian informasi tayangan infotainment menjadi lebih faktual. Dan yang pasti, Status Selebriti hadir untuk memenuhi keingintahuan pemirsa televisi perihal rahasia hidup selebriti. Jangan lewatkan tayangan yang pasti seru ini, hanya di saluran Satu untuk Semua.

Islam KTP

ISLAM KTP merupakan program seri komedi religi yang menuturkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh manusia pilihan. Biasanya, kelebihan atau kemampuan menyadarkan ini justru dimiliki wali Allah untuk menyadarkan mereka yang telah salah jalan. Cara penyampaiannya pun kerap unik dan tidak masuk akal, atau bahkan kontoversi. Sesungguhnya, itulah ujian bagi manusia dan hasilnya sungguh mencerahkan.

Kesadaran muncul tidak melewati nasihat ataupun contoh. Justru ujian dan cobaanlah yang menyadarkan manusia. Hanya manusia dengan kemampuan mencapai Ma'rifat yang mampu melakukan semua ini.

Ustad Ali adalah contoh wali Allah yang selalu mempunyai cara-cara unik untuk memberi penyadaran bagi orang lain. Bagaimana dia harus menyadarkan seorang ustad yang begitu pelit dalam beribadah, meskipun sang ustad dilimpahi rezeki.

Begitu juga dua tokoh, Mamat yang seorang pengangguran, dan Karyo yang bekerja sebagai petugas kebersihan kampung. Lewat sentuhan Ustad Ali, kedua tokoh ini akhirnya sadar bahwa apa pun posisi mereka, mempunyai tanggung jawab yang sama di mata Allah. Memberi penyadaran bahwa bekerja adalah ibadah, hanya bisa dilakukan Ustad Ali tanpa menyinggung perasaan mereka.

Tokoh-tokoh lain dalam seri komedi religi ini adalah Sabina, anak Ustad Ali. Seperti layaknya anak kuliahan, Sabina mempunyai masalah dalam kehidupan cintanya. Jinan, kekasih Sabina, ngebet ingin menikahi kekasihnya itu. Pasalnya, pacaran menurut Ustad Ali tidak Islami.

Belum lagi kehadiran Mahdit, pria yang selalu mencatat setiap amal kebaikan yang telah diperbuat. Memberi sedekah, membangun musala, bahkan menolong orang miskin pun dicatat dalam buku miliknya, catatan amal.

Suatu ketika, musala yang didirikan oleh Mahdit terbakar. Anehnya, Ustad Ali justru bersyukur. Warga tentu saja kaget mendengar ucapan Ustad Ali.

Ternyata, rasa syukur itu justru menyadarkan Mahdit bahwa setelah musala terbakar, pria itu tidak usah bersusah payah mencari amalan. Biar catatan amal baik itu menjadi rahasia Allah SWT.

Pesantren & Rock n Roll

WAHYU Subuh adalah pemuda yang berasal dari keluarga berada di Jakarta. Ayah Wahyu, Ibrahim Sani, seorang direktur di perusahaan negara yang sangat sibuk. Sementara ibu Wahyu yang bernama Rosmina, berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang hidup dalam kesibukan sebagai seorang istri pejabat. Praktis, Ibrahim dan Rosminah tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengurus Wahyu Subuh dan adiknya, Jimy Ibrahim.

Nama Wahyu Subuh diberikan oleh Ibrahim lantaran lahir waktu subuh dan dianggap sebagai pemberian Tuhan yang terbesar. Wahyu Subuh telah menyandang gelar sarjana. Namun karena terbiasa hidup dalam kemewahan, pemuda itu tumbuh menjadi anak liar, manja, dan susah diatur. Wahyu hidup dalam kebebasan dan memiliki aktifitas menyanyi, dengan grup band yang tidak jelas.

Suatu ketika, Ibrahim Sani sangat marah karena Wahyu Subuh menolak bekerja di tempat yang sudah ditunjuknya. Karena itulah Ibrahim menyuruh Wahyu masuk ke sebuah pesantren di Yogyakarta. Keputusan Ibrahim tidak bisa ditolak meskipun Rosminah melawan karena Wahyu adalah anak kesayangannya. Maklum, kepergian Wahyu akan membuat Rosminah kesepian. Sementara Jimy sibuk dengan kuliah di kedokteran.

Ibrahim Sani dan Rosminah mengantar sendiri Wahyu Subuh ke pesantren Kyai Abdullah di pelosok Yogyakarta. Ternyata Ibrahim pada masa mudanya pernah mondok di pesantren ini juga sehingga sudah mengenal pemilik pesantren. Kyai Abdullah mempunyai sepasang anak. Pertama adalah anak lelaki yang sedang belajar di Mesir. Anak kedua seorang perempuan cantik bernama Tsania Qotrunnada alias Nada.

Pesantren itu secara administrasi dijalankan oleh Najib, seorang bujangan yang memiliki postur tinggi dan ganteng. Najib adalah idaman para santriwati. Namun Najib rupanya memendam perasaan suka kepada Nada. Sayang, Najib belum berani mengungkapkan isi hatinya karena sungkan kepada Kyai Abdullah.

Bagi Wahyu Subuh, menjalani masa pertama di pesantren seperti layaknya berada dalam penjara dan di negeri antah berantah. Dia tidak betah dan ingin pulang terus. Di pesantren, Wahyu mempunyai teman akrab bernama Bejo, pembantu di rumah Kyai abdullah. Kekocakan Bejo membuat Wahyu mulai sediki terhibur. Tapi yang membuatnya makin terhibur adalah saat berkenalan dengan Nada.

Wahyu mulai betah dan bertingkah aneh. Pemuda itu kelimpungan lantaran selain cantik, Nada bersikap cuek dan malu-malu kucing. Wahyu benar-benar jatuh cinta dan didera rasa penasaran yang amat sangat. Dari Bejo, Wahyu mendapat informasi kalau Najib pun menyukai Nada. Meskipun demikian, Wahyu tidak peduli. Kegiatan Wahyu yang seharusnya mengikuti pengajian dan salat lima waktu sering diabaikan karena sibuk mencari cara agar dapat bertemu Nada. Padahal, bertemu cewek di pesantren adalah sesuatu yang sulit luar biasa, karena selain asrama terpisah jauh, terdapat peraturan bahwa santri tidak boleh bertemu santriwati kalau tidak dalam forum belajar dan pengajian umum.

Kondisi itu membuat Wahyu mulai mempunyai pemikiran gila. Dia berniat menyamar dengan memakai jilbab agar bisa masuk asrama santriwati untuk sekadar bertemu Nada. Dibantu Bejo, Wahyu pun berhasil masuk ke asrama santriwati. Apes, belum apa-apa Wahyu sudah ketahuan hingga akhirnya disidang oleh Najib dan pengurus pesantren lainnya. Keputusan terakhir ada di tangan Kyai Abdullah yang saat itu sedang pergi. Mau tidak mau, mereka pun harus menunggu.

Seakan tidak pernah kapok, Wahyu Subuh masih nekat ingin bertemu Nada. Dia betah di pesantren karena faktor keberadaan Nada. Wahyu pun mengancam kalau Nada tidak mau bertemu, dia akan pergi. Bejo lantas menyampaikan ancaman tersebut kepada Nada. Tidak membuang waktu, Nada buru-buru mengiyakan dan mencari cara agar dapat bertemu Wahyu. Rupanya, Nada penasaran dan ingin mengobrol dengan Wahyu. Namun hal itu bukan lantaran Nada suka kepada Wahyu.

Lantaran anak Kyai, Nada pun bisa memanggil Wahyu ke rumahnya untuk mengobrol. Pada saat bersamaan, Kyai Abdullah pulang. Siapa sangka, reaksi Kyai Abdullah di luar dugaan. Wahyu boleh bertemu Nada sesuka hatinya. Ternyata, Kyai Abdullah mempunyai permintaan, Wahyu harus melatih grup sholawatan pesantren agar maju, karena latar belakang Wahyu adalah penyanyi. Apa boleh buat, Wahyu pun menerima tawaran tersebut.

Wahyu lantas mencari akal supaya bisa dengan mudah bertemu Nada. Pemuda itu mengatakan bahwa peralatan musik sholawatan harus diganti dengan yang baru. Mengenai biaya, Wahyu akan minta kepada ayahnya. Rupanya tidak hanya mengirim uang, Ibrahim pun mengirim mobil minibus untuk keperluan di pesantren itu. Mobil itu pun dipakai Wahyu pergi ke kota untuk membeli peralatan musik, dan dia berhasil mengajak Nada. Bejo ikut bersama mereka sebagai pengawas. Najib yang melihat hal itu keruan saja dibakar cemburu. Dengan mengendarai motor, Najib menyusul karena dia tidak mau Wahyu dengan mudah mendapatkan Nada.

Dengan berbagai alasan, Wahyu memperlama kunjungan mereka ke kota. Bahkan, pemuda itu mencari alasan supaya bisa menginap. Nada lalu mengajak mereka menginap di rumah Aminah, tante Nada yang juga adik Kyai Abdullah. Ternyata Aminah jauh lebih kolot dari Kyai Abdullah. Belum apa-apa Aminah sudah melarang Nada dekat dengan Wahyu yang dinilainya tidak mempunyai tata krama dan urakan.

Tante Aminah justru setuju kalau Nada berjodoh dengan Najib, karena dia mengenal orang tua Najib yang merupakan salah satu orang terpandang di Yogyakarta, serta masih keturunan darah biru. Ucapan Aminah itu membuat Nada semakin tertekan, terlebih Najib juga menyusul ke rumah Aminah. Karena itulah Nada buru-buru meminta Wahyu segera kembali ke pesantren.

Tidak sampai di situ, Tante Aminah ternyata meneruskan ketidaksukaanya kepada Kyai Abdullah, serta menjadikan masalah tersebut panjang. Kini, Najib sudah mempunyai orang yang membelanya untuk berjodoh dengan Nada. Sedangkan Wahyu sendirian lantaran sikap Kyai Abdullah tidak bisa ditebak.

Ketika konflik tengah berlangsung, datanglah seorang cewek bernama Melani ke pesantren. Melani adalah mantan kekasih Wahyu. Rupanya, Rosminah diam-diam menyuruh Melani untuk menyusul Wahyu, dan mengajak pemuda itu menikah di Jakarta.

Bagaimana kisah selanjutnya? Kepada siapa cinta Nada akan berlabuh? Apa pula yang akan dilakukan Wahyu Subuh untuk memenangkan cinta Nada, sementara Wahyu pun direpotkan oleh ulah Melani yang membuatnya semakin buruk di mata Nada?

Selamat Datang Di Briga

Saya punya referensi tempat makan seafood yang enak dan murah meriah.

Tempatnya di Jl. Kalimati, Gn. Sahari, Jakarta Pusat.
Namanya Seafood 49. Mungkin beberapa diantara Bapak dan Ibu yang sudah
pernah mencobanya. Pertama kali saya merasakan masakan Seafood 49, karena
diajak oleh seorang teman ke sana.

Jadi, tempatnya persis ada di belakang Toko Indah Keramik (yang selama ini
terkenal dengan transaksi santapan seafoodnya di malam hari).
Kalau kita datang dari Gunung Sahari yang dari arah Senen, maka posisinya
ada di sisi kanan jalan. Kita harus melewati Golden Truly Gunung Sahari dan
juga Bank Maspion Plaza.
Setelah Bank Maspion Plaza, ada rel kereta api, nah, u-turn saja di depan
Indah Keramik, lalu setelah u-turn, lewati toko tersebut dan belok kiri. Itu
sudah Jl. Kalimati .....
Masuk kurang lebih 50 meter, di sisi kiri jalan sudah terlihat banyak mobil
yang diparkir ......
Itulah Seafood 49. Memang masuk dalam kategori seafood kakilimaan, tapi
rasanya boleh diuji .......
Udang rebus dan tumis kangkung adalah menunya yang PALING enak, menurut
saya.

Tapi, bukan karena PALING enaknya dan servicenya yang cepat (walau dalam
keadaan sangat ramai), yang membuat saya sangat terkesan terhadap Seafood 49
dan membuat saya berniat menceritakan ini di Klub JalanSutra ; akan tetapi
satu hal kecil, yang justru mungkin karena kecilnya, tidak pernah saya
temukan di tempat makan di manapun (bahkan restoran berbintang sekalipun).

Beberapa hari yang lalu, saya bersama tiga orang sahabat, memutuskan untuk
makan malam di sana. Selain memesan kedua menu andalan tersebut, kami juga
memesan satu porsi Kepiting Saus Padang.

Menu-menu yang kami pesan mulai berdatangan, dimulai dari minuman, nasi
putih, udang rebus dan tumis kangkung.
Dan mulailah kami berempat "menyerbu" masakan yang telah dihidangkan.
Lalu, tiba-tiba, datanglah ke hadapan saya satu porsi Kepiting Saus Padang,
dan saya langsung mengaturnya, untuk diletakkan di tengah-tengah kami
berempat (karena kami duduk di meja yang panjang, sehingga kami harus duduk
paralel dan sejajar). Ternyata di saat yang bersamaan, datang lagi satu
porsi menu Kepiting yang sama.
Saya dan tiga orang sahabat itu saling bertatapan dan bertanya, tapi tanpa
suara, karena sama-sama me-rewind ingatan kami, apakah kami salah
menginformasikan pesanan. Apa mungkin kami memesan 2 porsi Kepiting Saus
Padang ?????

Ternyata, juru hidang tersebut menangkap kebingungan kami. Dia spontan
mengatakan, "Ini satu porsi, tapi dibagi menjadi 2 porsi, biar mbak-mbak
gampang makannya".
Kamipun langsung tersenyum. Teman saya melihat jelas, bahwa di sinar mata
saya menunjukkan rasa kekaguman.
Bagaimana saya tidak kagum dan terperangah ? Saya yakin, siapapun yang
mendapatkan perlakuan seperti itu, pasti akan sangat surprised dan sangat
menghargai sekali .....
Tindakan kecil, spontan yang membuat kami berempat sangat terkesan ........
Rupanya, juru hidang tersebut melihat bahwa akan lebih mudah bagi kami
berempat menikmati hidangan Kepiting tersebut, apabila dia mereka membagi
porsinya menjadi 2 dan masing-masing porsi cukup "dikeroyok" oleh 2 orang.
Dan saya yakin, hal ini bukan hanya mereka lakukan terhadap kunjungan saya
dan sahabat-sahabat pada malam itu, akan tetapi, pasti telah sering mereka
lakukan untuk pengunjung-pengunjung lainnya juga.
Sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan, karena pengalaman itu justru
tidak pernah saya dapatkan bahkan dari restoran berbintang sekalipun.
Mereka yang mungkin tidak pernah mengenyam pendidikan dari lembaga kuliner
kaliber dunia, mengerti dan menghayati arti sebuah service.

Selasa, 08 Maret 2011

LONDON BOULEVARD (BOUL)

Sinopsis:

Setelah tiga tahun dipenjara, Mitchell (Colin Farrell) bebas dari Penjara Pentonville. Tetapi ketika teman lamanya, Billy (Ben Chaplin), seorang gangster mencarinya untuk sebuah pekerjaan, Mitchell bergabung dengannya agar mendapat tempat tinggal. Terjebak masa lalunya, Mitchell terlibat dalam kehidupan Charlotte (Keira Knightley), bintang film yang bersembunyi di rumah mewahnya dari sekelompok wartawan dan fotografer. Tersentuh oleh kecantikannya dan kerentanannya, Mitchell segera berperan sebagai pelindung bagi Charlotte, menghindari juru kamera yang agresif, penguntit dan penjahat lainnya, begitu pula dengan taktik Billy untuk merampok rumah-rumah seni mahal dan mobil-mobil mewah

Kisah asmara mereka yang semakin dalam membuat Mitchell dan Charlotte berencana untuk memulai sesuatu yang baru di Los Angeles. Namun Mitchell telah menangkap rencana pimpinan mafia, Gant (Ray Winstone), yang melihatnya sebagai aset potensial bagi bisnis mereka. Ketika Mitchell menolak tawaran tersebut, Gant memutuskan untuk membunuh Mitchell. Mengetahui bahwa tidak ada yang aman berada didekatnya, termasuk Charlotte, Mitchell memutuskan untuk mengambil langkah-langkah drastis menyelesaikan semua masalahnya untuk selamanya

[ GK Films | Colin Farrell, Keira Knightley, David Thewlis, Anna Friel, Ben Chaplin, Ray Winstone, Eddie Marsan, Sanjeev Bhaskar, Stephen Graham, Ophelia Lovibond ]