Senin, 29 November 2010

Toko Material Dilalap Si Jago Merah

Sebuah toko material bangunan di kawasan Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat, hangus dilalap si jago merah, Senin (29/11). Tidak hanya itu, sedikitnya 10 rumah yang lokasinya berdekatan juga ikut terbakar.

Dengan cepat api membakar seluruh isi gedung yang sebagian besar berisi bahan mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran pun sempat kesulitan memadamkan api yang muncul sekitar pukul 02.00 WIB ini. Api baru berhasil dijinakkan satu jam kemudian dengan 20 mobil Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat.

Menurut salah satu karyawan toko, api pertama kali terlihat dari belakang toko yang diduga dari salah satu rumah makan. Tak ada korban jiwa, namun satu karyawan toko terluka akibat melompat dari lantai dua toko. Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti musibah ini. Kasus ini masih ditangani aparat Kepolisian Sektor Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sementara itu, tim Laboratorium Forensik Polri cabang Surabaya masih menyelidiki penyebab kebakaran di Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur. Dalam penyelidikan di lokasi kejadian pagi tadi, polisi mengamankan iga tabung las dan selang. Dalam kebakaran yang terjadi kemarin, belasan kios kosong di lantai tiga pasar ini ludes terbakar [baca: Pasar Turi Kembali Terbakar].

Titin Diberangkatkan Sudah Sesuai Prosedur

Perusahaan pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT Arya Duta Bersama mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan Titin binti Sanusi sudah sesuai prosedur yang berlaku. Demikian disampaikan Robin, staf penindakan kasus PT Arya Duta Bersama, Senin (29/11).

TKI asal Purwakarta, Jawa Barat, ini diberangkatkan PT Arya Duta Bersama, dua pekan silam. Titin kemudian diberitakan nekat meloncat dari lantai tiga gedung sponsornya di Arab Saudi. Pihak PJTKI mengaku tidak ada yang salah dalam pengiriman Titin karena prosedural pelatihan dan penempatan telah sesuai peraturan yang berlaku.

Menurut laporan salah satu koran lokal di Arab Saudi, Titin yang nekat melompat dari lantai tiga, sempat merangkak untuk bersembunyi di bawah kendaraan yang sedang terparkir. Titin menderita patah tulang di beberapa bagian tubuhnya dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Kini, pihak Kepolisian Jeddah, Arab Saudi, serta perwakilan Indonesia di sana, sedang menginvestigasi kasus ini. Mereka sekaligus mempelajari motif di balik tindakan nekat Titin [baca: Kasus TKI Melompat dari Lantai Tiga Diselidiki].

Jabatan Jaksa Agung Diserahterimakan

Pelaksana tugas Jaksa Agung Darmono menyerahkan tongkat komando ke pejabat baru Basrief Arief di Kompleks Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (29/11). Serah terima jabatan atau sertijab ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Basrief yang tiba pukul 09.25 WIB, disambut sejumlah wartawan dan pejabat teras kejaksaan. Dengan berkemeja putih berdasi garis merah berbalut jas hitam, dia keluar dari kendaraannya Toyota Royal Saloon bernomor polisi RI 46. Ia pun melempar senyum khasnya.

Basrief pun langsung menuju ke dalam gedung tempat dilangsungkan sertijab, sambil berkata kepada wartawan, "Nanti, kita ketemu setelah acara." Para wartawan yang ingin meliput sertijab tersebut telah berkumpul di depan kejaksaan. Mereka menunggu acara digelar.

Selain para wartawan, para tamu pun mulai berdatangan dan tampak pula para petinggi kejaksaan dari pejabat eselon hingga kepala Kejaksaan Tinggi dari berbagai daerah dengan seragam lengkap.

Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Basrief Arief sebagai Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji dan pelaksana tugas Darmono. Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Jumat pekan silam [baca: Basrief Arief Dilantik Jadi Jaksa Agung].

Ratusan Pengungsi "Pindah Rumah"

Klaten: Setelah sekitar dua puluh hari mengungsi di Desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, ratusan warga dari Dukuh Deles dan Petung, Desa Sidorejo, Kemalang, meninggalkan barak pengungsian, Senin (29/11). Mereka pindah ke shelter atau tempat penampungan sementara di Lapangan Dompol, Kemalang.

Shelter yang disiapkan petugas ternyata hanya berupa tenda-tenda yang berjumlah 57 buah. Setiap tenda kecil ini dihuni tujuh hingga belasan warga. Hal ini berbeda dengan contoh shelter yang sempat ditunjukkan beberapa waktu lalu. [Baca: Rumah Shelter Merapi, Nyaman dan Layak Huni].

TKI Pulang dalam Kondisi Bisu

Cerita nasib malang tenaga kerja Indonesia atau TKI yang bekerja di Arab Saudi tampaknya tak pernah habis. Herlis, warga Kampung Sumbawa, Kelurahan Tanjung, Bima, Nusa Tenggara Barat, yang baru bekerja di Arab Saudi selama enam bulan pulang dalam kondisi bisu. Ia pulang diantar temannya ke Bima sekitar sepekan lalu.

Menurut keluarga, Herlis sebelumnya sempat menelepon dan mengaku sering disiksa serta akan diperkosa sang majikan. Selang lima bulan, Herlis dilaporkan sakit dan dipulangkan ke Bima. "Dia (Herlis) disiksa di sana, mau diperkosa, diludahi, dipukul, terus dia sakit. Baru enam bulan di sana, suaranya hilang," kata Khalisom, keluarga korban, Senin (29/11).

Kepulangan Herlis dalam kondisi bisu membuat keluarga terpukul. Kini, mereka mengalami kesulitan. Kemiskinan membuat mereka tidak mampu membawa Herlis berobat ke rumah sakit di Mataram. Sementara di Bima dan Dompu pihak rumah sakit menolak merawat Herlis dengan alasan tidak ada alat.

Hingga hari ini, PT Bahrindo yang berkantor di Jakarta tak pernah menengok Herlis. Bahkan, gaji Herlis selama bekerja enam bulan di Arab Saudi pun tidak dibayarkan.

Kali Code Meluap, Ratusan Rumah Terendam

Kekhawatiran warga Yogyakarta akan terjadinya banjir lahar dingin terjadi. Kali Code yang mendangkal akibat endapan material
Gunung Merapi, Senin (29/11), meluap dan merendam ratusan rumah warga.

Derasnya arus kali yang berwarna pekat ini membuat warga di bantaran panik. Bahkan di sebagian lokasi seperti di Ledok Jogoyudan dan Ledok Kotabaru,
genangan air hingga setinggi rumah. Warga pun berusaha menyelamatkan diri sambil membawa harta benda mereka.

Petugas yang tidak bisa menjangkau terus meminta para warga segera menyelamatkan diri. Banjir tersebut diduga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur
puncak dan lereng Merapi sejak Senin siang. Ditambah lagi aroma belerang menyengat dari aliran kali yang menandakan air juga membawa material sisa-sisa
letusan Gunung Merapi.

Sejauh ini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Usai Lamaran, Pasha Secepatnya Nikahi Adelia

Usai Pasha "Ungu" melamar sang kekasih, Adelia Wilhelmina, ia mengatakan bakal secepatnya menikahi Adelia. Kabar yang beredar, keduanya bakal resmi menjadi pasangan suami istri pada Januari tahun depan. Kendati demikian, saat ditanya soal tanggal, ia masih harus melihat jadwal manggung Ungu agar tidak bentrok.

"Secepatnya. Artinya tetep dalam konteks menyesuaikan schedule Ungu dan Adel. Saya sih pengennya Januari besok nih, pokoknya secepatnya. Tapi saya nggak boleh lupa harus ngobrol juga masalah ini ke manajer saya," kata pemilik nama lengkap Sigit Purnomo Said itu dalam tayangan infotainment Halo Selebriti, Senin (29/11).
Duda tiga anak itu juga mengatakan ia sudah kebelet ingin punya momongan lagi. Ia pun mengungkapkan isi hatinya. "Saya mau punya anak lagi. Cepat. Terus saya mau istri saya di rumah. Artinya bukan di rumah seperti di penjara yah. Tapi jadi ibu rumah tangga yang bener-bener ngurusin rumah dan anak-anak," ucap Pasha.

Pasha melamar Adelia bertepatan dengan hari jadinya yang ke-31, kemarin. Sebelum memboyong keluarganya ke Bandung, Jawa Barat, untuk melamar Adelia, Pasha sempat memberi tahu Okkie Agustina sang mantan istri. Menurutnya, Pasha dan Adelia memiliki pertimbangan tertentu sehingga ingin segera menikah [baca: Pasha Lamar Adelia Kabari Mantan Istri].