Jumat, 16 April 2010

Ada Air di Bulan dan Mars

Endapan es setebal dua meter dapat ditemukan di beberapa kawah kecil di bulan, demikian laporan beberapa peneliti Senin (12/4) dalam satu dari dua studi yang memperlihatkan bukti lain mengenai keberadaan air di bulan dan Mars. Studi kedua menunjukkan bahwa es baru-baru ini telah mencair dan membeku lagi di Mars, sehingga memperluas selokan di permukaannya.

Kedua studi tersebut menambah perdebatan ilmiah dan politik mengenai cara terbaik menyelidiki alam semesta dan sistem tatasurya --dengan misi yang melibatkan awak manusia, atau percobaan yang menggunakan robot serta penelitian jarak jauh. Pemerintah Presiden AS Barack Obama bulan lalu menyatakan akan membatalkan program Konstelasi untuk mengirim kembali astronot ke bulan paling lambat pada 2020, setelah satu kajian mendapati program bernilai 108 miliar dolar AS tersebut kekurangan dana dan sudah keluar jalur untuk mencapai sebagian besar sasarannya.

Rencana Obama ialah mengontrak perusahaan swasta untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan guna menyelidiki Mars, serta asteroid, dengan menggunakan robot, sensor jarak jauh dan barangkali astronot. Di dalam satu dari kedua studi itu yang disiarkan Senin (12/4), Paul Spudis dari "Lunar and Planetary Institute" di Houston dan rekannya menganalisis pengukuran dari pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapatkan bukti mengenai endapan es tebal di beberapa kawah yang selamanya tertutup bayang-bayang di bulan.

"Karena bulan telah dibombardir dengan benda yang berisi air seperti komet dan meteorit serta ditanamkan hidrogen angin Matahari selama jaman geologis, sebagian bahan ini pasti telah menemukan jalan ke dalam daerah yang gelap dan dingin ini," tulis mereka di "Geophysical Research Letters" sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters. Mereka mengukur sesuatu yang disebut rasio polarisasi sirkular untuk memperlihatkan apakah di permukaan ada es yang sangat tidak rata, atau es setebal dua meter sampai tiga meter.

Studi kedua memperlihatkan bahwa selokan selebar dua meter di Mars telah menjadi hampir 120 meter lebih panjang dalam waktu dua tahun. Dennis Reiss dari Institute for Planetology di Westfalische Wilhelms-Universitat di Munster, Jerman, dan rekannya mengatakan penjelasan terbaik ialah pencairan sejumlah kecil es air.

Mereka melaporkan di jurnal yang sama bahwa semua gambar memperlihatkan jalur gelap di selokan, serta beberapa saluran baru yang lebih kecil. Saluran tersebut mungkin menjadi cukup hangat pada permukannya sehingga mencairkan air di Mars, kata mereka.

Pada September, beberapa tim melaporkan bukti jelas mengenai air, yang kelihatannya membeku, di permukaan gurun bulan dan Mars, dan para peneliti juga telah melihat bahwa ada salju di Mars.(Ant)

iPhone Gandeng Situs Pencari Internet Opera

Perusahaan smartphone Apple, iPhone, memulai kerjasama dengan situs pencari internet, Opera, guna membuka pasar baru di dunia maya serta meningkatkan keuntungan kedua belah pihak.

Sumber Reuters di Oslo, Selasa (13/4) menyebutkan kerjasama selama ini internet browser milik Apple telah menjual berbagai aplikasi perangkat lunak Apple Store, namun pencari internet asal Norwegia ini akan mendapatkan milyaran akses pengguna. Sebelumnya penentuan pemenang tender internet browser 23 Maret lalu, cukup alot. Namun, kerjasama ini masih dalam peninjauan Apple selama seminggu, guna memastikan Opera bekerja sesuai dengan kesepakatan.

Sementara menurut analis, John Strand yang merupakan direktur perusahaan konsultan Strand Consulting, mengatakan keputusan itu mungkin sulit bagi Apple yang juga memiliki toko aplikasi online sendiri. Namun, Strand mengingatkan berkaca pada "pertikaian" kasus monopoli Microsoft dengan internet browser Eropa yang dipimpin oleh Opera. Maka keputusan saat ini adalah yang terbaik. Terutama bagi pengguna iPhone karena browsing internet merupakan kunci keberhasilan iPhone.

Ditempat lain, juru bicara Opera browser berjanji situsnya enam kali lebih cepat dari kecepatan download yang digunakan Apple dan akan memotong data lalu lintas sampai 90 persen sehingga situs bekerja efektif dan disukai pengguna iPhone. (Reutr/ARI)

Apple Ipad Luncurkan Ribuan Aplikasi

Apple berencana meluncurkan ribuan aplikasi bagi pengguna iPad atau komputer tablet, Sabtu ini. Perusahaan komputer asal Amerika Serikat ini juga memberikan kesempatan bagi konsumen melihat beberapa aplikasi yang ditawarkan melalui situs iTunes App Store. Demikian dirilis CNN, Kamis (1/4).

Eksekutif puncak (CEO) Apple, Steve Jobs, mengatakan melalui situs ini pemilik dapat melihat lebih dari 2.500 fitur aplikasi Ipad dan menerangkan cara pengguna dapat memanfaatkan perangkat. Jobs menambahkan, beberapa fitur mudah dioperasikan terutama bagi konsumen yang selama ini menggunakan iPhone dan iTouch, seperti Twitterific, AIM dan Pandora.

Selain itu, Jobs mengungkapkan aplikasi Ipad memiliki beragam kategori, mulai hiburan, pendidikan, berita dan olahraga seperti halnya produk Apple lainnya.

Kebanyakan harga aplikasi dibanderol berkisar antara 99 sen hingga US$ 9,99 atau sekitar Rp 990 hingga Rp 99.900, seperti program Thesaurus XL, Hanoi Street Maps, Aki Mahjong, Stickies, Sex Offenders Search, dan ESPN Pinball. Tapi, beberapa aplikasi terkenal seperti USA Today, AP dan NPR masih gratis. Bahkan, aplikasi Netflix, ebay, Yellow Pages, dan lainnya juga bebas biaya.

Namun, beberapa pihak mengkritik karena beberapa biaya program aplikasi Ipad dijual lebih mahal dibanding iPhone dan iTouch.(ADD/ANS)

AS Siap Uji Pesawat Luar Angkasa Robot

Angkatan Udara Amerika Serikat berencana meluncurkan pesawat luar angkasa robot bersayap, X-37b, ke orbit pada 19 April nanti di pangkalan Cape Canaveral, Florida. Juru bicara AU AS Mayor Angie I. Blair dalam jumpa pers menyebutkan pesawat tidak berawak akan melakukan misi tes teknologi navigasi, kontrol, perlindungan termal dan operasi otonom di orbit serta bagaimana pesawat kembali mendarat ke bumi dengan selamat.

Angie sebagaimana dilansir Associated Press, Ahad (4/4), tidak menjelaskan secara rinci tujuan utama dari uji coba kendaraan orbit tersebut sehingga beberapa pihak mempertanyakan pentingnya misi AU kali ini. Seorang analis bidang pertahanan, John Pike, menyindir program pengembangan teknologi AS selama ini. Direktur Global Security mengatakan selama beberapa tahun mempelajari lebih dari selusin jenis pesawat hipersonik, suborbital, dan program Scramjet. Namun, semakin teknologi tersebut dipelajari hanya sedikit yang bisa dipahami.

Pesawat luar angkasa kecil ini mulai dibangun sejak 10 tahun lalu dan merupakan kerjasama antara NASA, Pentagon dan Angkatan Udara. Program ini diperikirakan menghabiskan dana ratusan jutaan dolar AS, namun total biaya hingga kini belum dikeluarkan secara resmi.(AYB)

Microsoft Luncurkan Ponsel untuk Kaum Muda

Microsoft melucurkan sekaligus dua ponsel baru yang mereka sebut Kin One dan Kin Two. Ponsel ini membidik konsumen muda yang aktif dalam jejaring sosial. Kedua ponsel baru ini memiliki kelebihan dalam layar sentuh, keyboard QWERTY slide out dan kamera, serta didukung dengan Windows Telepon Seri 7, perangkat lunak yang baru diluncurkan Microsoft Februari lalu.

Ponsel Kin One memiliki ukuran lebih kecil, karena memang dirancang untuk digunakan hanya dengan satu tangan. Sedangkan
Kin Two memiliki layar dan keyboard lebih besar dan kapastias memorinya lebih besar.

Ponsel Kin ini digembar-gemborkan sebagai jenis baru telepon sosial, yang memudahkan kaum muda untuk bersenang-senang
dengan cara sederhana. Penggunanya akan dapat secara otomatis mengumpulkan feed dari situs jejaring sosial seperti Facebook dan lainnya dalam satu tempat, sehingga memberi kemudahan untuk tetap terhubung.

"Kin ini diluncurkan untuk menarik target pasar usia 15-25," kata Ross Rubin, konsumen elektronik dan analis industri nirkabel di firma riset pasar NPD Group, seperti dilansir Xinhua, Selasa (13/4).

Kedua ponsel baru yang sedang digarap perusahaan Jepang Sharp ini, akan dijual di Amerika Serikat lewat operator telekomunikasi online AS Verizon Wireless awal Mei mendatang dan di toko-toko setelahnya. Ponsel ini juga akan tersedia di Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol pada musim gugur melalui operator Vodafone.(RST)

Cina Siapkan Teknologi Hijau untuk Masa Depan

Wakil Presiden Cina Xi Jinping gencar menyerukan negara-negara maju untuk menyediakan teknologi hijau. Dengan demikian, nantinya Cina dapat tumbuh di masa depan sebagai masyarakat yang menghemat sumber daya. Demikian seperti dilansir NHK, Ahad (11/4). Adapun pernyataan tersebut disampaikan Xi Jinping saat pembukaan sesi Forum Boao tahunan untuk Konferensi Asia di Pulau Hainan, Cina bagian selatan, kemarin.

Xi mengatakan Cina telah mencapai pertumbuhan rata-rata sebesar 9,8 persen selama lebih dari 30 tahun sejak awal reformasi ekonomi dan kebijakan pintu terbuka. Ia juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina sangat terganggu oleh masalah lingkungan dan ketidakefisiensian penggunaan sumber daya.

Langkah Xi terhadap seruan menggalakkan teknologi hijau dianggap sebagai salah satu upaya di mana saat ini ia digadang-gadangkan akan menjadi presiden Cina berikutnya. Para pengamat juga mengatakan langkah Xi untuk teknologi lingkungan menunjukkan Cina akan fokus pada proyek lingkungan hidup sebagai inti dari pertumbuhan ekonomi.(RST/ANS)

Siswa Sekolah Dasar Mahir Membuat Robot

Berkreasi dengan barang bekas bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai. Salah satunya hasil karya yang diciptakan para siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Qurrota Ayun, Kelurahan Nologaten, Ponorogo, Jawa Timur. Mereka membuat robot dari bahan stik es krim.

Meski terbuat dari stik es krim dan barang bekas lainnya, namun robot-robot tersebut cukup memiliki kemampuan yang luar biasa. Robot dibagi dalam dua kategori, yaitu sumo dan ketapel. Robot sumo merupakan robot aduan, sementara robot ketapel memiliki kemampuan melempar beban terjauh.

Tidak kurang dari 40 peserta ambil bagian dalam ajang cipta robot tersebut. Mereka merangkai lalu memamerkan keahlian robotnya. Tak ketinggalan murid perempuan pun ikut dalam kontes ini. Kontes ini sendiri digelar untuk melatih keterampilan anak didik. Selain itu sebagai ajang perkenalan teknologi pada anak usia dini.(OMI/AYB)